LATEST NEWS

Deklarasi Anti Narkoba dan Cinta NKRI

20220530_181041_0000.jpg

Malang Raya yang terdiri dari Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batumempunyai potensi-potensi yang sangat baik dalam segi Edukasi / Pendidikan, Agama, Industri dan Pariwisata yang sedang berkembang pesat. Sektor edukasi dan pendidikan, Malang Raya cukup banyak menyedot masyarakat luar Malang untuk menyekolahkan putra – putrinya di Malang Raya karena memang terbukti banyak Kampus / Universitas sekolah dan pondok pesantren di Malang Raya ini mempunyai kualitas yang sangat baik, begitu pula sektor Industri, banyak pekerja dari luar Malang Raya untuk bekerja di sektor-sektor industri yang ada di Malang Raya. Dari hal tersebut permasalahan-permasalah sosial timbul seiring dengan perkembangan Malang Raya dan jaman, dimana salah satunya adalah masalah Narkoba, dimana Narkoba sendiri menjadi ancaman bagi generasi muda dan sektor-sektor penunjang Malang Raya tersebut.

Hari ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Forkopimda Jatim mulai dari Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, Irdam V Brawijaya Brigjen TNI Tjatur Putra Gunadi, Kabinda Jatim Marsma TNI Rudy Iskandar dan Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Moh Aris Purnomo mendeklarasikan Malang Raya Produktif Tanpa Narkoba.

Deklarasi ini bersama unsur pemerintah dan forkopimda di Malang Raya yang terdiri dari Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu. Dalam deklarasi juga dihadiri banyak pihak, seperti Forkompimda Prov. Jatim, Forkompimda Malang Raya, BNN Malang Raya, Kalapas Lowokwaru, Kalapas Perempuan, Pondok Pesantren, Rektor Universitas, Supporter Arema dan Forum Komunikasi Umat Beragama.

Kofifah menegaskan bahwasannya salah satu bentuk kecintaan terhapad Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat diwujudkan dengan menghindari segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.

 

14.jpg

 

“Saya mengucapkan terimakasih juga bahwasannya Forkompimda se-Malang Raya, se-Kabupaten Kota Probolinggo, Kabupaten Kota Pasuruan yang hadir secara langsung maupun virtual, pesantren juga, tokoh-tokoh agama, aremania, SMA, dan SMK yang hadir secara virtual serta Perguruan tinggi telah berkomitmen dalam melaksanakan Pemberantasan Narkoba.” Kata Khofifah di Gedung Aula Universitas Negeri Malang, Senin (30/05/2022).

Kofifah juga menambahkan bahwasannya kontribusi Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Malang Kanwil Kemenkumham Jawa Timur sebagai cucuk lampah yang menyambut kedatangan Gubernur Jatim dan para Forkopimda pada hari itu, dengan pembacaan puisi berjudul “Bahagia yang Salah” mengekspresikan bahwa para Warga Binaan Lapas Perempuan Malang yang telah terjerat kasus penyalahgunaan Narkoba akan bangkit kedepannya. Warga Binaan dapat menjadi penggerak dalam masyarakat sekitar nantinya dalam upaya pemberantasan Narkoba, selain itu Warga Binaan telah mendapatkan nilai-nilai cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam masa pembinaan selama berada di Lapas. Bentuk cinta tersebut dapat diwujudkan dengan menghindari penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.

Seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan deklarasi pada hari ini memiliki komitmen untuk bersama-sama memerangi narkoba dan harus diaplikasikan dalam kehidupan.

(Humas LPP Malang)

#lapasWBK

#lapasWBBM

#KumhamPasti

#jatimpastihebat

#polsuspas

#ASNjamanNow

#kemenkumhamjatim

#programkerja

#lppmalangPASTIbersihdanhebat

@kemenkumhamri

@kemenkumhamJatim

@ditjenpas

@polsuspas_seindonesia

@diary_kemenkumham

@pengayoman

Info Kontak

Lapass Perempuan Kelas IIA Malang

Jl. Kebonsari, Kebonsari, Sukun, Kota Malang, Jawa Timur 65149

Telepon: (0341) 801505